March 7, 2026

Truk Rem Blong Picu Kecelakaan Beruntun Maut di Tol Cipularang KM 93, Korban Tewas Bertambah Jadi 3 Orang – Sopir Pikap dan 2 Penumpang Meninggal, Dugaan Overload dan Rem Tak Berfungsi

2 min read

Purwakarta, 7 Maret 2026 – Kecelakaan beruntun tragis kembali mengguncang ruas Tol Cipularang KM 93 arah Jakarta pada Kamis malam (5/3/2026) sekitar pukul 20.18 WIB. Insiden yang melibatkan 10 kendaraan ini menewaskan 3 orang dan melukai 4 lainnya, dengan korban terbaru adalah sopir dan dua penumpang mobil pikap Suzuki yang remuk terjepit antara dua truk.
ANGKARAJA 

Menurut keterangan resmi Jasa Marga dan Polres Purwakarta, kecelakaan bermula dari sebuah truk kontainer yang diduga mengalami rem blong saat melaju di turunan. Truk tersebut menabrak kendaraan di depannya, memicu efek domino: pikap, mobil pribadi, hingga beberapa truk lain terlibat tabrakan beruntun. Hasil olah TKP sementara menunjukkan muatan truk melebihi batas (overload) dan rem tidak berfungsi optimal, yang menjadi penyebab utama.

Korban tewas:

  • Sopir pikap inisial E (35), warga Bekasi
  • Penumpang 1 inisial R (28), warga Depok
  • Penumpang 2 inisial W (32), warga Bogor

Keempat korban luka berat dilarikan ke RS Abdul Razak Purwakarta dan RS Dustira Cimahi. Seluruh lajur sempat ditutup total selama hampir 1,5 jam, menyebabkan kemacetan panjang hingga puluhan kilometer arah Jakarta.

Kapolres Purwakarta AKBP Andi Hermawan menyatakan, “Sopir truk kontainer telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 310 ayat (4) UU LLAJ jo Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana hingga 6 tahun penjara atau denda maksimal Rp12 juta.” Penyelidikan masih berlangsung untuk memeriksa rekaman CCTV dan saksi.

Kasus ini menambah daftar panjang kecelakaan maut di tol Cipularang sepanjang awal 2026, di mana faktor rem blong, kelelahan sopir, dan overload sering menjadi biang kerok. Korlantas Polri mencatat penurunan fatalitas kecelakaan secara nasional selama Operasi Keselamatan 2026 (turun 51% dibanding tahun sebelumnya), tapi insiden beruntun seperti ini tetap menjadi peringatan keras.

Pengamat transportasi dari ITB, Dr. Ofyar Z. Tamin, menilai: “Tol Cipularang memang rawan karena gradien curam dan lalu lintas truk tinggi. Perlu pengawasan ketat di weighbridge dan pemeriksaan rem rutin bagi kendaraan berat.”

Tragedi ini kembali memicu diskusi publik soal keselamatan jalan raya di Indonesia, terutama menjelang mudik Lebaran 2026 yang diprediksi lebih padat. Pemerintah pusat dan Jasa Marga berjanji memperketat pengawasan dan edukasi keselamatan.

More Stories

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.